• Sun. Aug 9th, 2026

Sosialisasi IPM Bekali Murid Baru SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga Mengenal Muhammadiyah dan Jiwa Kepemimpinan

Salatiga — Sebagai bagian dari rangkaian Fortasi GEMA AWAL 2026, SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menyelenggarakan Sosialisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bagi seluruh murid baru Kelas X. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Muhammadiyah dan IPM sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, serta pengembangan potensi pelajar Muhammadiyah.

Kegiatan dibuka oleh Pembina IPM SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, Almustafied, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah, Sutomo, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh murid untuk mendukung setiap program IPM dan berperan aktif dalam menciptakan budaya sekolah yang positif.

The success of IPM depends on your support and active participation. Let us work together as a team to create a positive and dynamic environment in our school,” ujarnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Atima Amalia Zulha, Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Salatiga. Dalam pemaparannya, Atima mengulas sejarah berdirinya Muhammadiyah pada 18 November 1912 beserta tujuan Muhammadiyah dalam menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Peserta juga dikenalkan dengan berbagai Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, di antaranya Tapak Suci, Hizbul Wathan (HW), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Aisyiyah. Selain itu, Atima menjelaskan sejarah perkembangan IPM, makna logo dan semboyannya, struktur organisasi, serta berbagai bidang yang menjadi ruang pengembangan potensi pelajar di lingkungan IPM.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif melalui permainan edukatif dan sesi tanya jawab. Salah satu murid menanyakan perbedaan antara IPM dan OSIS. Menanggapi hal tersebut, Atima menjelaskan bahwa IPM memiliki struktur organisasi yang berjenjang mulai dari tingkat ranting, cabang, daerah, wilayah, hingga pimpinan pusat sehingga memberikan kesempatan kepada pelajar untuk berkembang dan berkolaborasi dalam lingkup yang lebih luas.

Pertanyaan lain berkaitan dengan kaderisasi Taruna Melati juga mendapat perhatian peserta. Dijelaskan bahwa murid yang telah mengikuti Taruna Melati I pada jenjang SMA tidak diwajibkan mengikuti kembali pada jenjang yang sama.

Melalui kegiatan ini, SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga berharap murid baru semakin mengenal Muhammadiyah dan IPM sebagai organisasi pelajar yang tidak hanya menjadi wadah berorganisasi, tetapi juga sarana membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat berkontribusi. Dengan bekal tersebut, murid diharapkan mampu tumbuh menjadi pelajar Muhammadiyah yang berintegritas, berprestasi, serta siap memberikan manfaat bagi sekolah, persyarikatan, dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *