UJI COBA ALAT PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR: DARI SAMPAH MENJADI ENERGI
Salatiga – SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga bersama dengan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Salatiga, Dr. Sugiman, B.Sc., M.Si. melakukan uji coba alat pengolah limbah plastik menjadi bahan bakar di SMK Muhammadiyah pada Kamis, 09 April 2026. Kegiatan ini dilakukan karena adanya kesadaran bahwa darurat sampah telah menjadi persoalan nasional yang semakin mengkhawatirkan.

Sampah plastik, sebagai limbah polimer sintetis yang sulit terurai secara alami, menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan. Data BRIN mencatat lebih dari 35% sampah di Indonesia masih belum terkelola dengan baik, sementara sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) telah mengalami kelebihan kapasitas. Sejalan dengan pernyataan Dr. Sugiman, B.Sc., M.Si., “permasalahan sampah di salatiga sangat memprihatinkan, dengan gunungan sampah hingga 15m, untuk itu SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga hadir sebagai sekolah yang ikut menggagas pengolahan sampah limbah plastik”.
Persoalan limbah plastik yang terus meningkat mendorong lahirnya berbagai inovasi pengelolaan sampah yang lebih bermanfaat. Salah satu solusi yang kini banyak dikembangkan adalah pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar melalui teknologi pirolisis, sebuah metode yang dinilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni penumpukan sampah dan kebutuhan energi alternatif.

Secara sederhana, pirolisis merupakan proses pemanasan limbah plastik pada suhu tinggi tanpa atau sedikit oksigen. Proses uji coba dilakukan oleh Agus Budi Santoso, S.Pd. selaku pengembang alat pengolah sampah plastik, Dr. Sugiman, B. Sc., M. Si., dan beberapa guru dari SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga serta SMK Muhammadiyah Salatiga.
Pada saat uji coba, limbah plastik yang digunakan berupa 1,3 kg botol plastik bekas. Botol plastik kemudian dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis untuk dipanaskan hingga menghasilkan uap yang selanjutnya dikondensasikan menjadi minyak cair. Minyak hasil pirolisis berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Meski demikian, pengembangan teknologi pirolisis tetap memerlukan perhatian pada aspek keselamatan, pengendalian emisi, serta pemilahan bahan baku yang tepat agar hasil yang diperoleh optimal dan ramah lingkungan. Di tengah ancaman darurat sampah dan tantangan ketahanan energi, pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar menjadi salah satu langkah inovatif yang patut didorong. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah plastik yang selama ini dianggap sebagai beban lingkungan dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat.
